Bleached Brows, Gaya Alis Futuristik yang Mencuri Perhatian Dunia Mode
Dunia kecantikan terus mengalami perubahan, menghadirkan gaya-gaya yang menghidupkan kembali tren lama sekaligus memunculkan sentuhan baru yang lebih berani. Salah satu tren alis yang kini banyak dibicarakan adalah bleached brows—teknik memutihkan alis hingga tampak pirang pucat. Gaya ini menyuguhkan kesan futuristik, edgy, dan artistik, menjadikannya favorit banyak supermodel global dalam berbagai pemotretan hingga peragaan busana kelas dunia.
Dari Runway ke Media Sosial: Evolusi dan Populernya Bleached Brows
Tren alis pirang ini bukanlah hal baru di dunia mode. Nama-nama legendaris seperti Linda Evangelista sudah menampilkan tampilan ini di era 1990-an. Kini, generasi baru seperti Bella Hadid, Kendall Jenner, dan Julia Fox membangkitkannya kembali dalam tampilan modern yang tampil beda di runway, red carpet, hingga akun Instagram pribadi mereka. Menurut laporan dari Cliphair.co.uk, tren ini mengalami peningkatan popularitas sejak pertengahan 2020-an, terutama berkat viralnya tutorial bleached brows di TikTok dan Instagram Reels.
Selain menjadi ekspresi gaya pribadi, bleached brows juga digunakan para model dan selebritas untuk menonjolkan bentuk wajah dan sorotan mata. Hilangnya warna pada alis menciptakan “kanvas kosong” yang memperkuat struktur tulang wajah dan menambahkan kesan dramatis secara visual.
Baca Juga : “Cara Atur Budget Liburan agar Keuangan Tetap Terkendali“
Alasan Di Balik Popularitas: Mengapa Model Memilih Bleached Brows?
Para profesional dunia mode menganggap alis pirang pucat bukan sekadar tren, melainkan pilihan artistik yang menciptakan efek visual tertentu. Model kerap memanfaatkan teknik ini untuk menghadirkan tampilan alien-esque—sebuah gaya yang menonjolkan fitur wajah secara ekstrem dan menciptakan kesan eksperimental, namun tetap anggun.
“Dengan bleached brows, sorotan otomatis berpindah ke mata dan bentuk wajah. Ini membantu mempertegas ekspresi tanpa alis yang mencuri fokus,” ujar seorang penata rias editorial kepada Vogue. Teknik ini juga memberikan alternatif dari tren alis tipis tanpa perlu mencabut bulu alis secara permanen.
Jejak Sejarah dan Inspirasi Budaya dari Bleached Brows
Gaya alis selalu mengalami metamorfosis dari masa ke masa. Dari alis tebal nan natural ala Cara Delevingne di era 2010-an, hingga eksperimen liar seperti alis bergelombang (squiggly brows) dan kepang (braided brows) pada masa awal dominasi Instagram. Tren bleached brows muncul sebagai respons terhadap estetika tersebut—lebih tenang, namun tetap mengundang perhatian.
Menariknya, inspirasi gaya ini juga bersumber dari budaya rave dan underground era 90-an, di mana penampilan ekstrem dan warna neon mendominasi gaya personal. Bahkan, jika menelusuri lebih jauh, gaya ini punya akar sejarah dari zaman Elizabethan, ketika wanita mencabut alis mereka demi memperbesar dahi dan menunjukkan kecanggihan aristokrat. Bleached brows dapat dianggap sebagai perpaduan antara nostalgia dan inovasi.
Proses Bleaching Alis: Kenapa Harus Dilakukan oleh Profesional?
Meski tutorial bleaching alis banyak tersebar di media sosial, para ahli kecantikan menyarankan agar proses ini tidak dilakukan sembarangan. Pemutihan alis menggunakan bahan kimia seperti hydrogen peroxide, yang bila tidak ditangani dengan benar bisa menimbulkan iritasi atau bahkan kerusakan pada kulit di sekitar mata.
Seorang ahli kecantikan biasanya akan memeriksa kondisi alis, bentuk wajah, hingga melakukan patch test untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Selain itu, proses tidak berhenti di bleaching saja. “Toning alis adalah tahap penting setelah bleaching agar hasilnya tidak kuning pucat atau jingga,” jelas makeup artist selebritas global, Pat McGrath.
Dengan teknik dan produk yang tepat, warna alis bisa disesuaikan agar selaras dengan warna kulit dan tidak tampak aneh. Inilah yang membuat bleached brows pada Kendall Jenner atau Nicola Peltz terlihat natural dan artistik sekaligus.
Durasi dan Perawatan Bleached Brows
Berbeda dari rambut kepala, rambut alis tumbuh lebih cepat sehingga hasil bleaching tak bertahan lama. Dalam waktu beberapa hari hingga satu minggu, akar rambut asli akan mulai terlihat, mengganggu tampilan pirang pucat yang diinginkan. Maka dari itu, banyak pengguna tren ini memilih untuk melakukan touch-up atau retouch secara berkala.
Selain bleaching ulang, beberapa memilih mengecat ulang alis dengan produk pewarna alis semi permanen agar tetap terlihat serasi dengan keseluruhan tampilan wajah. Namun, langkah ini juga memerlukan kehati-hatian, sebab produk pewarna rambut tidak selalu cocok diaplikasikan pada area sensitif seperti alis.
Risiko dan Efek Samping: Apa yang Perlu Diperhatikan?
Bleaching alis, bila dilakukan secara tidak tepat, bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi, kulit terbakar, hingga kerontokan alis. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga profesional. Hindari produk pemutih yang tidak dirancang khusus untuk area wajah, dan jangan pernah melompati langkah toning.
Jika mengalami kemerahan atau gatal setelah proses bleaching, segera hentikan penggunaan produk dan aplikasikan krim penenang seperti aloe vera atau salep dari dokter kulit. Pencegahan dan perawatan yang tepat menjadi kunci agar tren ini tetap menjadi ekspresi kecantikan, bukan penyebab masalah kulit.
Dari Eksperimen ke Mainstream: Masa Depan Bleached Brows
Awalnya hanya dianggap tren eksperimen, kini bleached brows telah menjadi bagian dari arus utama fashion dan kecantikan global. Tidak hanya digunakan dalam editorial atau panggung mode, gaya ini juga mulai terlihat di kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan Gen Z yang berani tampil beda.
Brand-brand kecantikan ternama seperti Anastasia Beverly Hills hingga Fenty Beauty bahkan mulai merilis produk yang mendukung tampilan alis pucat, seperti brow gels transparan hingga concealer untuk brow cover. Ini menandakan bahwa bleached brows bukan lagi tren sesaat, tapi bagian dari evolusi estetika modern yang dinamis dan inklusif.
Penutup: Tren Kecantikan yang Mengaburkan Batas Konvensional
Bleached brows bukan sekadar gaya, tapi representasi dari semangat kebebasan berekspresi dalam dunia kecantikan. Ia menjadi simbol dari keberanian melawan norma lama, sambil tetap terhubung dengan akar sejarah estetika yang kaya. Seperti halnya tren lain, bleached brows memberi ruang bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri—entah di atas runway, di balik kamera, atau di kehidupan sehari-hari.
Jika kamu tertarik mencoba tren ini, pastikan melakukannya dengan aman dan bertanggung jawab. Konsultasikan dengan profesional, pilih produk yang tepat, dan jangan lupa nikmati setiap transformasi gaya sebagai bagian dari perjalanan mengeksplorasi versi terbaik dari diri sendiri.
Baca Juga : “Mengulik Tren Bleached Brows yang Pernah Hits di Abad Pertengahan“











